Bethadine Indonesia dan PMI Jakarta Utara Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Wujudkan “Penolong Sehari-hari”

0
IMG_0119

Praktik Pembalutan pada Korban Luka

Jakarta, 8 November 2025 – Dalam rangka memperkuat peran masyarakat sebagai penolong pertama di lingkungan sekitar, Betadine Indonesia berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk wartawan, anggota PKK, serta pengemudi ojek online. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari kampanye edukatif nasional “30 Detik Anti Stop”, yang digelar dalam rangka memperingati World First Aid Day 2025.

Acara yang berlangsung di Markas PMI Jakarta Utara ini dihadiri oleh Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Ramdansyah; Ketua Bidang Pendidikan dan Latihan PMI Jakarta Utara, Hery Chairul; serta Yulias Rachmatika, Head of Marketing Inova Pharmaceuticals Indonesia (pemilik merek Betadine).

Dalam sambutannya, Ramdansyah menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berkelanjutan antara Betadine dan PMI Jakarta Utara dalam meningkatkan kapasitas pertolongan pertama di masyarakat.
“Terima kasih kepada Betadine yang terus mendukung kegiatan edukasi seperti ini. Pelatihan hari ini juga merupakan bagian dari peringatan Hari Pahlawan Nasional, di mana kami melibatkan elemen masyarakat yang berada di garda terdepan kehidupan sehari-hari: wartawan, PKK, hingga pengemudi ojek online,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pahlawan kemanusiaan tidak hanya mereka yang bertugas di lokasi bencana, tetapi juga warga biasa yang mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat.
“Melalui pelatihan ini, kami bersama Betadine ingin mendorong lahirnya lebih banyak ‘penolong sehari-hari’ serta menyebarkan gerakan 30 Detik Anti Stop, gerakan yang mengajak masyarakat tidak berhenti beraktivitas hanya karena luka kecil,” tambahnya.

Yulias Rachmatika, Head of Marketing Inova Pharmaceuticals Indonesia, menyampaikan apresiasi atas komitmen PMI Jakarta Utara dalam edukasi penanganan luka dan pertolongan pertama.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut, karena edukasi tentang penanganan luka secara cepat dan tepat sangat penting bagi masyarakat luas,” kata Yulias.

Ia menjelaskan bahwa peserta pelatihan dipilih karena sehari-hari berada di lingkungan yang rentan menghadapi situasi darurat ringan.
“Luka kecil pun bisa menghentikan produktivitas. Melalui kampanye 30 Detik Anti Stop, kami ingin masyarakat memahami bahwa dengan penanganan cepat dan benar, aktivitas harian tidak perlu terganggu,” jelasnya.

Salah satu peserta, Muryani—perwakilan PKK dari Kelurahan Menteng Dalam—menilai pelatihan ini sangat relevan dengan peran PKK di tingkat akar rumput.
“Sebagai kader yang aktif di posyandu, kami sering bertemu warga, terutama lansia, yang membutuhkan pertolongan pertama. Materi pelatihan ini sangat membantu,” ujarnya.

Muryani menambahkan bahwa pelatihan ini memberikan kepercayaan diri baru bagi para kader.
“Dulu kami hanya bisa melihat. Kini, kami siap untuk bertindak—baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat terjadi bencana,” tutupnya.

Dengan inisiatif ini, Betadine dan PMI Jakarta Utara berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya sadar akan pentingnya pertolongan pertama, tetapi juga mampu menjadi bagian aktif dari sistem pertolongan masyarakat yang tanggap dan andal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *