Hadapi Ancaman Kekeringan Akibat El Nino, PMI Siagakan 400 Mobil Tangki Air

0
IMG-20260630-WA0023

Palang Merah Indonesia (PMI) bersiaga menghadapi ancaman kekeringan ekstrem dampak fenomena El Nino yang diprediksi melanda berbagai wilayah di Indonesia. Sebagai langkah antisipasi, PMI mengerahkan 400 unit kendaraan operasional yaitu 200 mobil tangki air dan 200 mobil Bak terbuka untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekurangan air.

Pada tahap awal, mobil tangki air akan diprioritaskan untuk diturunkan ke wilayah-wilayah yang diperkirakan mengalami dampak kekeringan paling besar. Wilayah tersebut mencakup Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa kehadiran PMI di tengah masyarakat yang terdampak merupakan sebuah keharusan.

“Kita akan menggerakkan 400 mobil operasional (200 mobil Tanki air dan 200 mobil bak terbuka) untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan. Air adalah kebutuhan dasar setiap orang. Saat masyarakat kesulitan memperoleh air, PMI harus hadir secepat mungkin untuk memastikan kebutuhan dasar tersebut tetap terpenuhi,” ujar Jusuf Kalla.

Pengerahan armada tangki air ini merupakan bagian dari Operasi Dampak Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino 2026. Inisiatif ini adalah wujud kesiapsiagaan bencana berbasis prakiraan (forecast-based action) yang diluncurkan PMI merespons peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG memprediksi puncak fenomena El Nino akan terjadi pada Juli hingga September 2026, yang berpotensi membuat musim kemarau tahun ini lebih kering dari biasanya.

Dampak dari kondisi ini diprediksi cukup luas, mulai dari berkurangnya akses masyarakat terhadap air bersih, ancaman gagal panen, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga berbagai risiko kesehatan seperti dehidrasi, sengatan panas, dan gangguan pernapasan akibat kabut asap.

Guna memastikan bantuan tepat sasaran, distribusi air bersih akan dilakukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. PMI akan berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta jajaran PMI provinsi dan kabupaten/kota.

Langkah kesiapsiagaan ini didasari oleh pengalaman panjang PMI dalam menangani bencana kekeringan. Pada tahun 2023, PMI telah mengerahkan 126 mobil tangki air dan mendistribusikan total 100 juta liter air bersih yang menjangkau 5,6 juta jiwa di 21 provinsi dan 131 kabupaten/kota di Indonesia.

Ke depan, PMI akan terus memantau secara berkala perkembangan cuaca dan musim kemarau. Operasional distribusi air bersih akan terus disesuaikan dan ditingkatkan seiring dengan bertambahnya kebutuhan masyarakat di wilayah-wilayah yang terdampak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *