PMI Jakarta Utara Dukung Workshop AI Kemenag untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

0
IMG_20260922_082419.jpg

Pembukaan Workshop PKB bagi Guru Madrasah dan Guru Pendidikan Agama di Aula PMI Kota Jakarta Utara

JAKARTA UTARA — Markas PMI Kota Jakarta Utara menjadi lokasi pelaksanaan Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru Madrasah dan Guru Pendidikan Agama yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Kota Administrasi Jakarta Utara, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Markas PMI Jakarta Utara tersebut mengangkat tema “Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dalam Penyusunan Modul Ajar Berbasis Kurikulum Berbasis Cinta dan Merancang Asesmen HOTS.”

Wakil Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Hendra Dermawan, mengatakan PMI menyambut baik kegiatan Kemenag Jakarta Utara yang dilaksanakan di lingkungan Markas PMI. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antarlembaga yang dapat terus dikembangkan.

“PMI menyambut baik kegiatan-kegiatan yang dilakukan Kantor Kementerian Agama Jakarta Utara. Tentunya kolaborasi ini akan terus dilanjutkan, karena kita bertetangga, bersilaturahmi, saling membantu dan saling menolong,” kata Hendra.

Momen Foto Bersama setalh kegiatan di buka secara resmi oleh Kepala Kemenag Jakarta Utara

Menurut Hendra, PMI Jakarta Utara terbuka terhadap berbagai bentuk kegiatan yang dapat memperkuat hubungan dan kerja sama dengan lembaga lain, termasuk Kemenag Jakarta Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Hendra juga memperkenalkan sejumlah layanan PMI Jakarta Utara kepada peserta workshop. Layanan tersebut antara lain klinik gratis, ambulans gratis, donor darah, serta pelayanan penanggulangan bencana.

Ia juga menyampaikan mengenai Bulan Dana PMI sebagai salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung kegiatan dan pelayanan kemanusiaan PMI.

“Kami juga mengajak jajaran Kementerian Agama Jakarta Utara untuk bersama-sama mendukung Bulan Dana PMI,” ujar Hendra.

Kemenag Jakarta Utara Gelar Workshop Pemanfaatan AI
Workshop PKB tersebut diselenggarakan Kemenag Jakarta Utara untuk memberikan pembekalan kepada guru mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dalam penyusunan perangkat pembelajaran.

Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Utara H. Mawardi, S.Ag., Ketua Pokjawas Jakarta Utara Sutikno, S.Pd., Wakil Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara Hendra Dermawan, serta narasumber Ade Fitriyanti, S.Pd.I., M.P.I., yang merupakan Pengawas Madrasah di lingkungan Kemenag Jakarta Utara.

Ketua Panitia, Irwan Septiani, M.Pd., mengatakan workshop tersebut disusun berdasarkan analisis kebutuhan guru yang dilakukan Pokjawas pada akhir Juli 2026.

Berdasarkan angket yang disebarkan kepada guru madrasah dan guru Pendidikan Agama di Jakarta Utara, pemanfaatan AI dalam penyusunan modul ajar dan pengembangan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) menjadi salah satu kebutuhan yang banyak disampaikan.


“AI bukan pengganti guru. AI adalah alat yang dapat membantu guru bekerja lebih produktif, reflektif, dan kreatif. Guru tetap menjadi pengambil keputusan utama karena guru yang memahami karakter peserta didik, konteks kelas, dan nilai-nilai yang ingin ditanamkan,” ujar Irwan.


Ia mengatakan pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu guru dalam menyelesaikan sejumlah pekerjaan terkait perangkat pembelajaran. Dengan demikian, penggunaannya tetap ditempatkan sebagai alat bantu, sedangkan keputusan dalam proses pembelajaran berada pada guru.

Workshop tersebut diikuti sekitar 136 peserta dari target 150 peserta dan berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (22/9/2026) hingga Kamis (24/9/2026). Peserta mengikuti kegiatan dalam sesi yang berbeda.

Kemenag Tekankan Pengembangan Kompetensi Guru
Kepala Kantor Kemenag Kota Jakarta Utara H. Mawardi, S.Ag., mengatakan guru perlu terus meningkatkan kompetensi seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dalam dunia pendidikan.

“Guru harus terus melakukan investasi untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan. Dinamika perkembangan zaman terus bergerak, sehingga kita dituntut untuk terus melakukan penyesuaian, termasuk dalam pemanfaatan AI,” ujar Mawardi.


Menurut Mawardi, peningkatan kompetensi merupakan bagian dari proses pengembangan profesional guru. Ia berharap kegiatan PKB dapat memberikan pembekalan bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.


Workshop tersebut kemudian dibuka secara resmi oleh Mawardi. Materi kegiatan mencakup pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam penyusunan modul ajar berbasis Kurikulum Berbasis Cinta serta perancangan asesmen HOTS.


Pelaksanaan workshop di Markas PMI Jakarta Utara juga menjadi bagian dari interaksi dan kerja sama antara PMI Jakarta Utara dengan Kemenag Jakarta Utara. Bagi PMI, kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan layanan kemanusiaan sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan dengan masyarakat dan instansi di wilayah Jakarta Utara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *